REVIEW “THE POWER OF KEPEPET”
Marsel m. liu
teknik mesin UNC
KONDISI KEPEPET ADALAH MOTIVASI
TERBESAR DI DUNIA
Ketika membaca buku motivasi atau ada training
motivasi khususnya motivasi untuk menjadi entrepreneur, teori “The Power Of
Kepepet” didalam buku ini
mengatakan mereka hanya mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka,
sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk
‘tidak bisa, manusia akan berpikir dan mencari jalan ‘bagaimana harus bisa’.
Kepepet vs iming-iming
Ada 2 hal yang membuat orang tak bergerak untuk
berubah, yang pertama adalah impiannya
kurang kuat,dan yang kedua adalah tidak
kepepet. Dua hal tersebut yang sering kali disebut orang sebagai kurang
motivasi. 97% orang termotivasi karena kepepet, bukan karena iming-iming, maka
dari itu ada pepatah mengatakan “kondisi
kepepet adalah motivasi terbesar didunia!”
Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa
ancaman, baik situasi pada masa mendatang ataupun berupa hukuman (punishment).
John P. Kotter (harvard business review) mengemukakan “establishing sense of urgency” adalah langkah pertama untuk menggerakkan
perubahan dalam suatu suatu organisasi. Rasa takut seringkali mampu
mengeluarkan potensi diri kita yang terpendam.” Ketakutan hanyalah bayangan, hadapi untuk mengalahkannya”.
Efek Placebo
Jika fobia berbicara tentang kekuatan, Placebo adalah
sebaliknya. Prof. Tony Dickenson melakukan percobaan yang dilakukan terhadap
seekor belalang yang dimasukkan kedalam kotak kaca. Awalnya belalang tersebut
bisa melompat sampai 50 cm. Kemudian dipasanglah pembatas kaca setinggi 25 cm,
sehingga setiap kali belalang melompat ,kepalanya akan terbentur kaca tersebut.
Seminggu kemudian pembatas itu di ambil namun belalang tersebut tetap melompat
tepat setinggi 25 cm. Aneh tapi nyata! Itulah yang disebut Kekuatan Keyakinan. Apa yang anda yakini lebih kuat dari pada
fakta yang ada.
Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka
mempunyai keyakinan-keyakinan yang salah
yang dibentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. Mereka tidak yakin
bahwa mereka bisa melompat lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan.
Bukan jualan produk
Berjualan bisnis sekolah musik. Istilah Purdi, dikenal
dengan konsep BOBOL, Berani Optimis Bisnis Orang lain. Artinya tidak perlu
merintis bisnis usaha sendiri,cukup bersinergi dengan bisnis yang sudah teruji
dan tawarkan kerjasama untuk pengembangan usaha tersebut.
Target Dulu Baru Rencana
Semua orang punya keinginan, tapi tak banyak orang
punya pencapaian. Musuh terbesar dalam mencapai tujuan adalah penundaan.” Impian tanpa batasan waktu pencapaian,
hanyalah angan-angan saja” semua
orang ingin jadi juara, tapi tak semua
orang punya kegigihan untuk berlatih. Kenapa anda tidak berpikir, langkah anda
yang satu ini adalah untuk berlatih ,jadi wajar saja kalau/ jika belum
sempurna. Wajar saja jika masih kalah bertanding, namanya juga pemula. Orang
malu saat gagal, karena menganggap dirinya sudah jago. Jadilah pemula, bukan
jagoan! “ jagan pernah menunda sampai
esok, apa yang dapat anda kerjakan hari ini!” (Thomas Jefferson)
“pengusaha tidak harus pintar,tapi
pintar cari orang yang pintar!”
NGUTANG YUK
Modal adalah alasan terbesar yang paling sering
diklaim sebagai hambatan usaha terbesar. Dalam bisnis utang bisa jadi
memotivasi kita untuk maju dengan lebih cepat. Seperti memasang ‘anjing galak’
dibelakang kita,mau tidak mau, kita harus lari. Utang juga bermanfaat sebagai
‘dongkrak’ (daya ungkit) untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kita.
Ada 2 kondisi pengusaha kekurangan modal. Pertama,
saat usahanya mengalami kerugian secara operasional, sehingga berakibat
berkurangnya cadangan uang. Kedua, saat usahannya laris manis melebihi
kapasitas keuangannya. Jika anda di kondiisi kedua, hal itu menjadi tanda-tanda
bahwa perusahaan anda sehat. Yang sering menjadi penghalang bagi pengusaha
kecil tidak berkembang adalah sikap keserakahannya sendiri.
“seringkali pintu peluang terkunci.
Anda harus mengetuk-ketuk, mendobrak, kesamping kiri, kanan, depan, belakang,
atas, bawah, sampai pintu itu terbuka”.
Hal-hal yang perlu di pertimbangkan sebelum
mempraktikan TEPOK adalah sebagai berikut:
1. Jangan sampai berakibat perceraian.
Lain halnya jika anda masih berstatus bujangan, maka resikonya lebih kecil dari
pada yang sudah berkeluarga. Karena nbagaimana pun, saat anda telah menikah,
anda tidak bisa memutuskan sendiri.
2. Jangan sampai terjerumus ke ‘jurang’
hukum. Mungkin anda tidak berniat jahat, tapi hati orang siapa yang tahu,
apalagi saat mereka terdesak.
a. Pelajari pasal pasal yang dapat
menjerumuskan anda ke bui,terutama berbicara tentang uang. Pastikan barang yang
anda terima jelas sumbernya, bukan barang ‘spanyol’ (separuh nyolong/setengah
curian).
b. Biasakan berdisiplin secara
administratif dengan membuat hitam
diatas putih tiap kali penerimaan barang atau uang. Buat secara detil apa
keperluannya, bukannya menandatangani ‘blangko kosong’.
c. Jika bekerja sama dengan orang,
buatlah surat perjanjiannya dengan sedetail mungkin.
3. Jangan juga melanggar norma agama,
apalagi menjual diri saat kepepet.
Dibawah ini adalah kutipan-kutipan dari buku TEPOK
- Lebih baik kecil jadi bos, daripada gede jadi kuli! (hal. XI)
- Kuli kerja kuli dapat makan. Kuli nggak kerja nggak dapat makan. Kalau boss, nggak kerja pun dapat makan (hal. XI)
- Jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk ‘tidak bisa’. Manusia akan berpikir dan mencari jalan ‘bagaimana harus bisa’ (hal. 3)
- Manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali keluar pada saat kondisi terdesak (hal. 3)
- Kondisi kepepet adalah motivasi terbesar di dunia! (hal. 4)
- Fungsi visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power Of Kepepet mendorong untuk bergerak (hal. 5)
- Rasa takut sering kali mampu mengeluarkan potensi diri kita yang terpendam (hal. 8)
- Ketakutan hanyalah bayangan, HADAPI untuk mengalahkannya (hal. 10)
- Seringkali apa yang Anda yakini lebih kuat daripada fakta yang ada (hal. 12)
- Hati-hati dengan apa yang kita pikirkan, karena itu bisa menjadi kenyataan (hal. 13)
- Kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION (hal.20)
- Kesuksesan Anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dari diri Anda sebelumnya (hal.24)
- Kualitas hidup kita tergantung pada kualitas pertanyaan kita kepada diri sendiri (hal. 27)
- Pikiran kita seperti saklar ON/OFF. Jika Anda mengatakan BISA, otak Anda akan mencari jalan, BAGAIMANA HARUS BISA. Sebaliknya jika Anda mengatakan TIDAK BISA, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa (hal. 28)
- Salah satu cara mempercepat impian adalah dengan menginderakannya (hal. 35)
- Musuh terbesar dalam mencapai tujuan adalah penundaan. Kenapa banyak orang suka menunda? Karena ketakutan! Takut gagal, takut ditolak, takut kecewa, takut diejek, dan segala macam ketakutan yang lain (hal. 43)
- Apa pun bisnisnya, mulai adalah lebih baik daripada mikir terus (hal. 45)
- Bangkrut bukan berarti kiamat, tapi kiamat pasti bangkrut. Selama belum kiamat, jangan takut bangkrut! (hal. 54)
- Kegagalan sesungguhnya adalah ketidakberanian untuk mencoba (hal. 71)
- Bisnis kita jalan, kita jalan-jalan (hal. 76)
- Cari jalannya. Jika buntu, ciptakan jalan baru! (hal. 79)
- Pengusaha tak harus Pintar, tapi Pintar cari orang Pintar! (hal. 89)
- Seringkali pintu peluang terkunci. Anda harus mengetuk-ngetuk, mendobrak, ke samping kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, sampai pintu itu terbuka! (hal. 93)
- Lebih gampang menggali potensi Anda, daripada mengubah diri Anda (hal. 96)
- Tim yang bagus bukanlah tim yang memiliki kemampuan yang sejenis, namun tim yang saling melengkapi (hal. 97)
- Yang punya ilmu ibarat punya ‘peta-nya’, bisa sampai lebih cepat karena paham jalannya (hal. 104)
- Banyak orang tanya “Bisnis apa yang BAGUS?” jawabnya, “Bisnis yang bagus adalah yang DIBUKA, bukan ditanyakan terus!” (hal. 118)
Judul : The Power Of Kepepet
Penulis : Jaya Setiabudi
Penerbit : Gramedia