Sabtu, 09 Januari 2016

Review buku "the power of kepepet"



REVIEW “THE POWER OF KEPEPET”

Marsel m. liu
teknik mesin UNC

 
KONDISI KEPEPET ADALAH MOTIVASI TERBESAR DI DUNIA
Ketika membaca buku motivasi atau ada training motivasi khususnya motivasi untuk menjadi entrepreneur, teori “The Power Of Kepepet didalam buku ini mengatakan mereka hanya mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka, sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk ‘tidak bisa, manusia akan berpikir dan mencari jalan ‘bagaimana harus bisa’.
Kepepet vs iming-iming
Ada 2 hal yang membuat orang tak bergerak untuk berubah, yang pertama adalah impiannya kurang kuat,dan yang kedua adalah tidak kepepet. Dua hal tersebut yang sering kali disebut orang sebagai kurang motivasi. 97% orang termotivasi karena kepepet, bukan karena iming-iming, maka dari itu ada pepatah mengatakan “kondisi kepepet adalah motivasi terbesar didunia!”
Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi pada masa mendatang ataupun berupa hukuman (punishment). John P. Kotter (harvard business review) mengemukakan “establishing sense of urgency”  adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu suatu organisasi. Rasa takut seringkali mampu mengeluarkan potensi diri kita yang terpendam.” Ketakutan hanyalah bayangan, hadapi untuk mengalahkannya”.
 Efek Placebo
Jika fobia berbicara tentang kekuatan, Placebo adalah sebaliknya. Prof. Tony Dickenson melakukan percobaan yang dilakukan terhadap seekor belalang yang dimasukkan kedalam kotak kaca. Awalnya belalang tersebut bisa melompat sampai 50 cm. Kemudian dipasanglah pembatas kaca setinggi 25 cm, sehingga setiap kali belalang melompat ,kepalanya akan terbentur kaca tersebut. Seminggu kemudian pembatas itu di ambil namun belalang tersebut tetap melompat tepat setinggi 25 cm. Aneh tapi nyata! Itulah yang disebut Kekuatan Keyakinan. Apa yang anda yakini lebih kuat dari pada fakta yang ada.
Banyak orang tidak berani melangkah karena mereka mempunyai keyakinan-keyakinan  yang salah yang dibentuk oleh dirinya dan lingkungannya selama ini. Mereka tidak yakin bahwa mereka bisa melompat lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan.
Bukan jualan produk
Berjualan bisnis sekolah musik. Istilah Purdi, dikenal dengan konsep BOBOL, Berani Optimis Bisnis Orang lain. Artinya tidak perlu merintis bisnis usaha sendiri,cukup bersinergi dengan bisnis yang sudah teruji dan tawarkan kerjasama untuk pengembangan usaha tersebut.
Target Dulu Baru Rencana
Semua orang punya keinginan, tapi tak banyak orang punya pencapaian. Musuh terbesar dalam mencapai tujuan adalah penundaan.” Impian tanpa batasan waktu pencapaian, hanyalah angan-angan saja”  semua orang ingin jadi  juara, tapi tak semua orang punya kegigihan untuk berlatih. Kenapa anda tidak berpikir, langkah anda yang satu ini adalah untuk berlatih ,jadi wajar saja kalau/ jika belum sempurna. Wajar saja jika masih kalah bertanding, namanya juga pemula. Orang malu saat gagal, karena menganggap dirinya sudah jago. Jadilah pemula, bukan jagoan! “ jagan pernah menunda sampai esok, apa yang dapat anda kerjakan hari ini!” (Thomas Jefferson)

“pengusaha tidak harus pintar,tapi pintar cari orang yang pintar!”
NGUTANG YUK
Modal adalah alasan terbesar yang paling sering diklaim sebagai hambatan usaha terbesar. Dalam bisnis utang bisa jadi memotivasi kita untuk maju dengan lebih cepat. Seperti memasang ‘anjing galak’ dibelakang kita,mau tidak mau, kita harus lari. Utang juga bermanfaat sebagai ‘dongkrak’ (daya ungkit) untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kita.
Ada 2 kondisi pengusaha kekurangan modal. Pertama, saat usahanya mengalami kerugian secara operasional, sehingga berakibat berkurangnya cadangan uang. Kedua, saat usahannya laris manis melebihi kapasitas keuangannya. Jika anda di kondiisi kedua, hal itu menjadi tanda-tanda bahwa perusahaan anda sehat. Yang sering menjadi penghalang bagi pengusaha kecil tidak berkembang adalah sikap keserakahannya sendiri.
“seringkali pintu peluang terkunci. Anda harus mengetuk-ketuk, mendobrak, kesamping kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, sampai pintu itu terbuka”.
Hal-hal yang perlu di pertimbangkan sebelum mempraktikan TEPOK adalah sebagai berikut:
1.      Jangan sampai berakibat perceraian. Lain halnya jika anda masih berstatus bujangan, maka resikonya lebih kecil dari pada yang sudah berkeluarga. Karena nbagaimana pun, saat anda telah menikah, anda tidak bisa memutuskan sendiri.
2.      Jangan sampai terjerumus ke ‘jurang’ hukum. Mungkin anda tidak berniat jahat, tapi hati orang siapa yang tahu, apalagi saat mereka terdesak.
a.       Pelajari pasal pasal yang dapat menjerumuskan anda ke bui,terutama berbicara tentang uang. Pastikan barang yang anda terima jelas sumbernya, bukan barang ‘spanyol’ (separuh nyolong/setengah curian).
b.      Biasakan berdisiplin secara administratif dengan membuat  hitam diatas putih tiap kali penerimaan barang atau uang. Buat secara detil apa keperluannya, bukannya menandatangani ‘blangko kosong’.
c.       Jika bekerja sama dengan orang, buatlah surat perjanjiannya dengan sedetail mungkin.
3.      Jangan juga melanggar norma agama, apalagi menjual diri saat kepepet.

Dibawah ini adalah kutipan-kutipan dari buku TEPOK
  1. Lebih baik kecil jadi bos, daripada gede jadi kuli!  (hal. XI)
  2. Kuli kerja kuli dapat makan. Kuli nggak kerja nggak dapat makan. Kalau boss, nggak kerja pun dapat makan (hal. XI)
  3. Jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk ‘tidak bisa’. Manusia akan berpikir dan mencari jalan ‘bagaimana harus bisa’ (hal. 3)
  4. Manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali keluar pada saat kondisi terdesak (hal. 3)
  5. Kondisi kepepet adalah motivasi terbesar di dunia! (hal. 4)
  6. Fungsi visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power Of Kepepet mendorong untuk bergerak (hal. 5)
  7. Rasa takut sering kali mampu mengeluarkan potensi diri kita yang terpendam (hal. 8)
  8. Ketakutan hanyalah bayangan, HADAPI untuk mengalahkannya (hal. 10)
  9. Seringkali apa yang Anda yakini lebih kuat daripada fakta yang ada (hal. 12)
  10. Hati-hati dengan apa yang kita pikirkan, karena itu bisa menjadi kenyataan (hal. 13)
  11. Kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION (hal.20)
  12. Kesuksesan Anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dari diri Anda sebelumnya (hal.24)
  13. Kualitas hidup kita tergantung pada kualitas pertanyaan kita kepada diri sendiri (hal. 27)
  14. Pikiran kita seperti saklar ON/OFF. Jika Anda mengatakan BISA, otak Anda akan mencari jalan, BAGAIMANA HARUS BISA. Sebaliknya jika Anda mengatakan TIDAK BISA, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa (hal. 28)
  15. Salah satu cara mempercepat impian adalah dengan menginderakannya (hal. 35)
  16. Musuh terbesar dalam mencapai tujuan adalah penundaan. Kenapa banyak orang suka menunda? Karena ketakutan! Takut gagal, takut ditolak, takut kecewa, takut diejek, dan segala macam ketakutan yang lain (hal. 43)
  17. Apa pun bisnisnya, mulai adalah lebih baik daripada mikir terus (hal. 45)
  18. Bangkrut bukan berarti kiamat, tapi kiamat pasti bangkrut. Selama belum kiamat, jangan takut bangkrut! (hal. 54)
  19. Kegagalan sesungguhnya adalah ketidakberanian untuk mencoba (hal. 71)
  20. Bisnis kita jalan, kita jalan-jalan (hal. 76)
  21. Cari jalannya. Jika buntu, ciptakan jalan baru! (hal. 79)
  22. Pengusaha tak harus Pintar, tapi Pintar cari orang Pintar! (hal. 89)
  23. Seringkali pintu peluang terkunci. Anda harus mengetuk-ngetuk, mendobrak, ke samping kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, sampai pintu itu terbuka! (hal. 93)
  24. Lebih gampang menggali potensi Anda, daripada mengubah diri Anda (hal. 96)
  25. Tim yang bagus bukanlah tim yang memiliki kemampuan yang sejenis, namun tim yang saling melengkapi (hal. 97)
  26. Yang punya ilmu ibarat punya ‘peta-nya’, bisa sampai lebih cepat karena paham jalannya (hal. 104)
  27. Banyak orang tanya “Bisnis apa yang BAGUS?” jawabnya, “Bisnis yang bagus adalah yang DIBUKA, bukan ditanyakan terus!” (hal. 118)
Judul : The Power Of Kepepet
Penulis : Jaya Setiabudi
Penerbit : Gramedia

transkrip wawancara pengusaha penjual daging sapi lokal



Transkrip Wawancara Dengan Seorang Pengusaha Penjual Daging Sapi Lokal
Yang ada di Oesapa-Kupang (NTT)

Pewawancara : Marsel M. Liu
Narasumber : bapak Dafa

Pewawancara:  apa ide awal bapak sehingga memilih jenis usaha ini?
Narasumber : saya melihat bahwa di NTT banyak sapi, jadi saya mengambil jenis usaha ini untuk       mengambil keuntungan
Pewawancara: berapa modal awal untuk memulai menjalankan usaha ini? Apakah ini modal bapak sendiri atau modal pinjaman dari pihak lain?
Narasumber : kalau modal awal saya memiliki uang  sebesar 15 juta rupiah itu modal saya sendiri, saya membeli  3 sampai 4 ekor sapi kemudian saya bawa ke sini untuk dijual lagi.
Pewawancara: sudah berapa lama usaha ini berjalan?
Narasumber : usaha saya sudah berjalan  ± 4 tahun yang lalu setelah saya lulus kuliah
Pewawancara: harga satu ekor sapi berapa harganya?
Narasumber : kalau 1 ekorsapi ada yang 5 juta sampai belasan juta juga ada, tergantung dari berat badan sapi tersebut
Pewawancara: dalam satu hari berapaekor sapi yang di sembelih?
Narasumber : kalau dalam satu hari, kalau hari-hari biasa itu bisa sampai sepuluh ekor sapi, kalau hari-hari raya itu bisa sampai belasan ekor sapi.
Pewawancara: kesulitan yang dihadapi selama usaha ini berjalan itu apa saja?
Narasumber : kesulitannya di musim hujan persediaan barang terbatas (sapi), karna sapi-sapi liar jadi susah untuk mencari.
Pewawancara: proses pemasarannya seperti apa?
Narasumber :proses pemasarannya itu pertama kami sembelih lalu kami pisahkan daging dan tulangnya dan langganan datang untuk membeli, yang sisanya dibawa pulang dan dijual di rumah, kami juga membuat pentolan bakso dan perkedel.
Pewawancara: dari hasil penjualan satu ekor sapi keuntungannya berapa? Atau dalam satu hari  sembelih itu berapa keuntungan yang diperoleh?
Narasumber : kalau keuntungan orang bilang mata melihat hati menentukan artinya feelingnya bagus keuntungannya juga banyak tapi kalau feelingnya meleset berarti keuntungannya sedikit.
Pewawancara: kisarannya berapa harganya?
Narasumber : kisarannya per ekor itu 5 juta rupiah sampai 10 juta rupiah.
Pewawancara: demikian wawancara saya bersama bapak Dafa selaku pemilik usaha ternak sapi di kota kupang.

https://www.youtube.com/watch?v=Cn-0BnCqY4s

Bisnis warung kopi model canvas



VALUE PROPOSATION
"WARKOP KU" adalah salah satu warung yang menjual minuman KOPI tradisional. tidak seperti tempat lain kami menawarkan kopi ini dengan banyak varian rasa, cemilan dan kue untuk pendamping dan juga tempat dan fasilitas yang menarik bagi pengunjung seperti wifi gratis dan library.


COSTUMER SEGMENTS
anak-anak hingga orang dewasa

CUSTOMER RELATIONSHIP
  • fasilitas dan pelayanan:  menjadi tempat edukasi dan pelayanan yang baik

CHANELS
  • pelanggan datang untuk membeli
  • menggunakan social media dan internet untuk mempromosikan tempat dan produk kami 
KEY ACTIVITIES
Produksi : kopi tradisional serta varian rasa dan cemilan seperti kue sebagai pendamping.

KEY RESOURCES
  • peralatan yang modern
  • tempat serta vasilitas yang baik
  • karyawan dengan pendidikan sarjana
  • modal awal Rp. 15.000.000.00 untuk menjalankan "WARKOP KU"
KEY PARTNERS
Strategic Alliance : dengan Telkom untuk menyediakan wifi 

COST STRUCTURE
Fixed cost: sewa tempat dan gaji karyawan 
variable cost : pemeliharaan alat/mesin

REVENUE STREAM 
Menjual minuman kopi tradisional.